Sampah dan air laut bisa di manfaatkan menjadi energi dan aair bersih setelah di proses. Dengan bantuan peralatan modern seperti alat osmosis dan mesin reaktor, sampah dan air laut bisa menjadi sumber listrik.

Reginald A Theijs dan Howard White dari The Community Integrated Utility Program memaparkan penemuan ini pada semiloka “Inisiatif Jakarta untuk Pengurangan Resiko Bencana”, Rabu tgl 7-11-2007 di Jakarta.

Dengan proses dan peralatan osmosis, air laut yang asin bisa di ubah menjadi air bersih yang langsung dapat di minum dan listrik yang di alirkan ke rumah-rumah. Selain di olah menjadi air bersih, air laut ini bisa di olah manjadi air yang berpotensi menghasilkan sumber listrik melalui proses elektrolisis. Air bersih ini dihasilkan dari proses salinisasi, yaitu usaha untuk menjadikan air laut bersih dan menjadi tawar. Air ini kemudian disimpan dalam penyimpanan, dan kemudian bisa digunakan oelh masyarakat umum lewat tempat pengambilan air modern. Bahkan, penggunaannya memakai kartu semacam semacam kartu kredit bank untuk mengambil air.

Sampah organik juga bisa dimanfaatkan zat hidrogen-nya menjadi bahan bakar dan listrik. “Melalui Pengolahan, 40 ton sampah organik dapat menjadi 8 ton hidrogen yang menghasilkan 240.000 kilowatt listrik per-hari untuk di alirkan ke perumahan, bahkan untuk kebutuhan energi berbagai alat transportasi,” kata Theijs.

Tidak hanya sampah dan air laut, tumbuhan seperti rumput gajah dan eukaliptus juga bermanfaat sebagai sumber energi. Penemuan yang telah di praktekan di Merauke, Papua, ini bisa mengatasi persoalan memperoleh energi yang di alami masyarakat.

Sumber : Kompas, 8-Nov-2007